Salah satu lembaga pendidikan bagi anak dengan special need di Kota Madiun adalah Sekolah Cahaya Harapan. Nunik Sri Karyasi, Koordinator Therapis mengatakan terapi-terapi yang disediakan sekolah ini dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus agar lebih mandiri.Bahkan ada beberapa anak dapat bersekolah di sekolah umum setelah menjalani berbagai terapi dari sekolah khusus,ujarnya, kemarin (13/11).
Dikatakannya, ada bermacam terapi yang diberikan pada anak-anak special need. Di antaranya terapi akademik, motorik, bantu diri, dan audiotory. Dan, semua terapi itu diberikan secara terpadu pada anak-anak.Anak special need juga membutuhkan pendekatan applied behavior analysis (ABA) agar berbagai perilaku pengganggu seperti menyakiti diri sendiri dapat segera dikurangi,’’katanya.
Dia menjelaskan, terapi akademik meliputi pengenalan warna, bentuk, huruf, tulis, menggambar dan mengenali angka. Terapi ini diberikan pada anak dengan pendekatan ABA, seperti pemberian hadiah saat anak-anak dapat menyelesaikan tugasnya.Dengan cara ini, keingginan mereka untuk menyelesaikan tugas lebih meningkat,terangnya.
Sedangkan terapi motorik yang diberikan yaitu materi cara menggunting, menjahit, bermain puzle, meronce dan meniti papan. Dikatakannya, seluruh aktivitas ini dapat merangsang saraf motorik anak untuk lebih kuat.
Meniti papan misalnya, terapi ini dapt menambah daya konsentrasi pada anak special need.Ketika meniti, pandangan anak lebih tertuju pada papan yang mereka titi. Biasanya terapi ini diberikan pada anak autis, terangnya.
Terapi ketiga berupa melatih kemandirian anak, yakni bantu diri. Anak special need diajarkan melakukan aktivitas sehari-hari, yaitu menggunkan pakaian sendiri, menyapu, mencuci piring dan kegiatan lainya. Terapi audiotory biasanya diberikan pada anak terlambat bicara, biasanya mereka diterapi dengan cara mendengarkan musik lewat headphone,katanya.
Menurut Nunik, terapi bentuk oral, juga harus diberikan pada anak-anak special need. Terapi ini bisa berupa menirukan kata-kata, kalimat (imitasi suara), cara meminta dengan baik, hingga menggosok gigi dan lidahnya.Kebanyakan anak special need mengalami kendala bahasa, jadi dengan terapi oral mereka akan lebih terangsang untuk berbicara,ujarnya.
Agar terapi yang diberikan lebih cepat diterima, pemberian brushing pada anak-anak disarankan. Alat yang menyerupai sikat cucian dengan bulu yang lembut ini digosokkan di seluruh tangan anak, tapi tetap dengan aturan sendiri.Pemberian brushing pada anak-anak akan membantu membenahi sensori anak. Materi terapi ini diberikan hingga tiga jam per hari. Namun setiap jamnya dimasuki materi sosilisasi.
sumber : radar madiun
Sabtu, 15 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini tumbuh kembang anak, terapi terpadu autism, ADD, ADHD, terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi, fisioterapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882
BalasHapus