Mengindentifikasi emosi bukanlah hal yang mudah bagi anak usia dini terutama pada anak berkebutuhan khusus. Teri Mauro, pendidik anak berkebutuhan khusus dari University of California,Santa Barbara, dalam artikelnya Parenting Special Needs : Help Your Child Recognize Emotions, memaparkan anak sulit mengindentifikasikan emosinya sehingga tak jarang anak sulit memahami perasaan orang lain. Keadaan demikian membuat anak seringkali menjadi keliru dalam bersikap atau memberikan respon. Sehingga tak jarang anak sering dicap sebagai anak nakal. Dengan anak mengenal emosinya secara tak langsung dapat mengembangkan kemampuan sosialnya. Namun, kemampuan ini dapat berkembang jika anak tinggal dalam lingkungan yang sifatnya konsisten. Sehingga anak merasa aman (secure) dan nyaman mengekspresikan emosinya. Jangan ragu-ragu mengakui perilaku baiknya, berikan pujian jika anak berhasil menyelesaikan pekerjaannya, jadilah pendengar yang baik untuknya, dukung minat dan bakat anak, dan pertimbangkan perasaan anak. Salah satu cara membantu anak mengindentifikasi emosinya adalah dengan mendiskusikan suatu peristiwa sehari-hari. Tanyakan perasaan anak jika dia mengalami peristiwa tersebut. Misalnya, ?Menurut kamu bagaimana perasaan Rani jika mainannya diambil temannya?. Lalu bantu anak mengidentifikasikan perasaannya, ?Apakah Rani akan sedih dan menangis?? Tunjukkan pula dengan bahasa tubuh yang sesuai dengan emosi misalnya Anda membuat mimik wajah sedih kala mengatakan kata ?sedih?. Terdapat lima cara menyenangkan yang membantu anak belajar mengenal dan memahami ekspresi wajah saat mengeluarkan emosi: Permainan Ekspresi Gunakan Emotion Flashcard Membaca Buku Orangtua adalah guru terbaik bagi anak termasuk ketika mengajarkan cara mengekspresikan emosi. Berikan contoh pada anak anak perilaku yang sesuai saat sedang marah atau sedih. Berikan pula beberapa pilihan lain bagaimana cara mengekspresikan kemarahan, kegembiraan atau kesedihan. Alhasil kelak anak berkebutuhan khusus mampu meregulasi emosinya dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik. sumber : Inspired kids (mita Z) |
Sabtu, 22 Mei 2010
Kembangkan kecerdasan Anak Berkebutuhan Khusus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar