Sabtu, 15 Mei 2010

mengembangkan kecerdasan emosianak special needs

Mengindentifikasi emosi bukanlah hal yang mudah bagi anak usia dini terutama pada anak berkebutuhan khusus. Teri Mauro, pendidik anak berkebutuhan khusus dari University of California,Santa Barbara, dalam artikelnya Parenting Special Needs : Help Your Child Recognize Emotions, memaparkan anak sulit mengindentifikasikan emosinya sehingga tak jarang anak sulit memahami perasaan orang lain. Keadaan demikian membuat anak seringkali menjadi keliru dalam bersikap atau memberikan respon. Sehingga tak jarang anak sering dicap sebagai anak nakal.

Dengan anak mengenal emosinya secara tak langsung dapat mengembangkan kemampuan sosialnya. Namun, kemampuan ini dapat berkembang jika anak tinggal dalam lingkungan yang sifatnya konsisten. Sehingga anak merasa aman (secure) dan nyaman mengekspresikan emosinya. Jangan ragu-ragu mengakui perilaku baiknya, berikan pujian jika anak berhasil menyelesaikan pekerjaannya, jadilah pendengar yang baik untuknya, dukung minat dan bakat anak, dan pertimbangkan perasaan anak.

Salah satu cara membantu anak mengindentifikasi emosinya adalah dengan mendiskusikan suatu peristiwa sehari-hari. Tanyakan perasaan anak jika dia mengalami peristiwa tersebut. Misalnya, ?Menurut kamu bagaimana perasaan Rani jika mainannya diambil temannya?. Lalu bantu anak mengidentifikasikan perasaannya, ?Apakah Rani akan sedih dan menangis?? Tunjukkan pula dengan bahasa tubuh yang sesuai dengan emosi misalnya Anda membuat mimik wajah sedih kala mengatakan kata ?sedih?.

Terdapat lima cara menyenangkan yang membantu anak belajar mengenal dan memahami ekspresi wajah saat mengeluarkan emosi:

Permainan Ekspresi
Terdapat beberapa permainan interaktif yang bisa didownload gratis melalui situs. Anak diminta menyesuaikan antara foto yang menampilkan ekspresi mimik wajah dengan beragam label emosi seperti marah, sedih, kecewa dan gembira.
Pasang poster menggambarkan emosi dan mood anak
Dengan memasang foto beragam ekspresi anak di kamarnya, secara tak langsung anak akan belajar mengekspresikan emosinya. Ajak anak bermain dengan menirukan ekspresi di dalam poster dan tanyakan apa yang dirasakan atau dipikirkan anak.

Gunakan Emotion Flashcard
Buat potongan-potongan kartu yang berisi gambar-gambar mimik wajah dengan beragam emosi. Anda bisa mengambilnya dari majalah-majalah bekas. Tunjukkan kartu-kartu tersebut ketika anak tidak sedang melakukan apapun sehingga anak dapat fokus memperhatikan gambarnya.

Membaca Buku
Gunakan buku sebagai media interaksi untuk mengenalkan emosi melalui cerita. Sesekali pancing anak dengan pertanyaan agar pemahaman anak lebih baik. Misalnya, tanyakan mengapa tokoh dalam cerita terlihat sedih atau marah.

Orangtua adalah guru terbaik bagi anak termasuk ketika mengajarkan cara mengekspresikan emosi. Berikan contoh pada anak anak perilaku yang sesuai saat sedang marah atau sedih. Berikan pula beberapa pilihan lain bagaimana cara mengekspresikan kemarahan, kegembiraan atau kesedihan. Alhasil kelak anak berkebutuhan khusus mampu meregulasi emosinya dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik.


sumber : inspiredkids (mita zoelandari)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar