Anak berkebutuhan khusus berbeda dengan anak pada umumnya, sehingga diperlukan sebuah lembaga pendidikan khusus yang mengembangkan motode pengajaran khusus secara intensif yang terprogram sehingga mampu menjembatani keterbatasan ABK tersebut. Lahirnya home-based therapi Sekolah Dolan adalah salah satu jawaban model pendidikan khusus yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
Salah satu yang saat ini banyak dibicarakan adalah Autis. Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang komunikasi, gangguan dalam bermain, bahasa, perilaku, gangguan perasaan dan emosi, interaksi sosial, perasaan sosial dan gangguan pada sistem sensoris.
Walaupun secara umum individu autistik memiliki kesamaan, namun jika diamati lebih mendalam lagi masing-masing individu memiliki keunikan tersendiri. Secara umum kemiripan individu autistik meliputi :
-
Adanya gangguan perilaku, Gangguan perilaku tampak dari perilaku anak yang senang merapikan atau menempatkan barang tertentu pada suatu. Anak memperlihatkan perilaku hiperaktif misalnya bila masuk dalam suatu ruangan yang baru pertama kali ia datangi, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah, tampak seolah-olah memeriksa semua sisi ruangan apakah ada sesuatu yang membahayakan atau tidak. Tak jarang mereka mengulang- ulang suatu gerakan tertentu (misalnya, menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Beberapa diantaranya ada yang dengan sengaja sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala ke dinding. Kadang dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Adakalanya mereka marah tanpa alasan yang masuk akal atau mungkin sesuatu yang sepele bagi orang dewasa yang normal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang yang menarik perhatian mereka (terobsesi). Secara emosi tak jarang mereka labil (dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri). Mengalami gangguan pola tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.
-
Menarik diri dari lingkungan/social, Gangguan dalam bidang interaksi sosial meliputi gangguan menolak atau menghindar untuk bertatap muka. Menghindari kontak mata.
Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli. Merasa tidak senang atau menolak dipeluk. Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya. Tidak dapat berbagi kesenangan dengan orang lain. Saat bermain bila didekati malah menjauh.
-
Menjalani Rutinitas secara kaku (misalnya pada saat melakukan aktifitas bermain ), Gangguan dalam menjalani rutinitas keseharian secara kaku diantaranya adalah bermain sangat monoton dan aneh misalnya setiap bertemu kotak sabun, mereka menderetkan kotak sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar roda mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama. Ada kelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi. Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya. Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura. Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak. Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.
-
Kesulitan berbicara/berkomunikasi, Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal meliputi kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat. Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain (“bahasa planet”). Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai. Ekolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya. Bicaranya monoton seperti robot. Bicara tidak digunakan untuk komunikasi dan imik datar. Penting diperhatikan bahwa ketidak mampuan individu autistik dalam berbicara/berkomunikasi tidak selalu menunjukkan bahwa individu autistik tersebut tidak menguasai/mengerti bahasa. Pada individu autistik non-verbal kemampuan mereka untuk memahami bahasa melebihi kemampuan mereka dalam berbicara.
Keunikan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki individu autistic lain :
-
Photographic memory : Kemampuan mengingat/menghapal sesuatu tulisan/peta/susunan angka/kalender secara luarbiasa
-
Minat/perilaku obsesif terhadap hal yang berbeda
-
Kemampuan keterampilan fisik yang luarbiasa (memanjat/berenang/memainkan alat music/ keterampilan mekanika/elektronika/dll)
-
Kemampuan inteligensi spasial : Menggambar dan melukis benda persis sama dengan aslinya, mampu memasang puzzle yang rumit yang membutuhkan diskriminasi visual yang tinggi
-
Kemampuan inteligensi linguistik : Menguasai berbagaimacam bahasa
-
Kemampuan inteligensi naturalis : Dapat menjalin hubungan yang dekat dengan hewan, memahami dunia hewan dan menghapal berbagai informasi tentang hewan
-
Kemampuan inteligensi matematika : Ahli dalam menggunakan atau membuat program computer, mampu mengerjakan berbagai soal-soal matematika secara unik dan luar biasa
sumber : sekolah dolan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar