-
GANGUAN KUALITATIF YANG SERING DIALAMI.
Gangguan pada system sensoris |
Gangguan proses perkembangan struktur otak dan system sensori menyebabkan individu autistik diserang oleh ribuan stimulasi sensoris melalui alat indranya tanpa dapat mengintegrasikan input sensori tersebut menjadi sebuah informasi yang dapat dipersepsi diorganisasikan dan kemudian direspon secara tepat sesuai situasi.
Proses integrasi sensori
Input sensori → Registrasi → Orientasi → Interprestasi → Organisasi → Eksekusi
Registrasi » Menyadari datangnya suatu input
Orientasi » Otak memutuskan untuk mengabaikan atau memperhatikan input yang datang
Interprestasi » Input dimaknai/diartikan sesuai pengalaman/memori/emosi yg terecording di otak
Organisasi » Memutuskan melakukan tindakan/respon yang tepat
Eksekusi » Respon berupa perilaku motorik/emosi/kognitif/bahasa
Proses intergrasi sesnsori ini berlangsung hanya beberapa sepersekian detik saja dalam sistem sensori dan otak manusia. Hanya saja pada individu autistik selama proses integrasi sensori banyak terjadi distorsi informasi sehingga pada saat melakukan eksekusi berupa respon perilaku motorik sering kali tidak relefan dengan input yang diterima. Misalnya anak diberi instrusi pegang hidung, anak dapat melakukanya dengan tepat tapi pada saat diminta untuk melabel hidung anak malah mengatakan mata.
Ada tiga bentuk ganguan sistem sensoris yang dialami individu Autistik :
-
Gangguan modulasi sensoris/regulasi, Gangguan modulasi sensoris dapat dilihat dari regulasi perasaan atau emosi. bentuknya bisa berupa perilaku tertawa-tawa sendiri yang berlebihan, menangis atau marah tanpa sebab nyata. Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.
-
Gangguan diskriminasi sensori, gangguan diskriminasi sensori dapat dilihat dari perilaku anak yang sulit memilah input sensori pendengaran mana yang harus dia dengar pada saat berada diruang kelas, suara guru atau suara gorden dijendela yang ditiup angain. hal ini dapat terjadi karena :
-
Hipersensitif pada indra pendengaran sehingga menghindari suara/suara tertentu karena dipersepsikan sebagai suara yang amat bising dan memekakan telinga. Uniknya terkadang suara tertentu memberikan efek senang dan nyaman sehingga cendrung ingin didengar secara berulang-ulang.
-
Hipersensitif pada indra pendengaran kadangkala diikuti hiposensitif pada indra taktil
-
Kesulitan menggunakan panca indra secara bersamaan dan efektif untuk menangkap input sensorik sehingga informasi yang diterima tidak lengkap dan terpecah-pecah. Akibatnya individu autistic sering salah mempersepsikan input sensorik.
-
Gangguan motorik berbasis sensorik, Gangguan dalam motorik berbasis sensoris meliputi perasaan sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat. Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja. Bila mendengar suara keras, menutup telinga. Menangis setiap kali dicuci rambutnya. Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.
cara atau usaha individu autistik beradaptasi terhadap sensori integrative disorder :
-
Menarik diri ke dalam dunia internal menutup system pengindraan (shut off) dengan melakukan gerakan stereotype. Gerakan repetitive ini memberikan sensasi yang menyenangkan/efek tenang
-
Keterbatasan diskriminasi sensori menyebabkan individu autistic mempresepsikan dunia luar sebagai tempat yang kacau dan menakutkan. Individu autistic membuat sense of control dengan cara yang unik yaitu membuat keteraturan. Membuat aturan atau aktifitas ritual
-
Mengembangkan perilaku fiksasi atau obsesif. Minat yang besar terhadap suatu benda atau topic tertentu. Dengan melakukannya individu autistic memperoleh kegembiraan yang besar
GANGGUAN METABOLISME |
-
MULTIPLE FOOD ALLERGY
-
GANGGUAN PENCERNAAN
-
PERADANGAN DINDING USUS
-
GANGGUAN KESEIMBANGAN MINERAL TUBUH (adanya zat exomorpphin dalam otak yang bereaksi berlebihan terhadap gula, penyedap rasa, pewarna makanan, dll) yang berdapak pada overload behavior.
sumber : sekolah dolan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar